Selasa, 9 Pebruari 2010
Ada 1 tamu online | 
Terakhir diperbarui : Jumat, 08 Januari 2010 04:41.

Artikel Terbaru

Arsip
04/01/10 11:05
Chidzir
oke
08/04/09 09:45
happyjoy
Nunc aliquet. Nam purus. Mauris placerat, ipsum et aliquet dictum, odio metus sagittis purus, in cursus nisi nisi non elit.
08/04/09 09:45
happyjoy
Mauris pellentesque neque. Aliquam erat volutpat. Sed suscipit leo eget quam. Sed suscipit mi at est. Sed nibh. Maecenas ultrices justo eget justo.
08/04/09 09:45
happyjoy
Donec scelerisque mi non tortor. Curabitur sed nunc non metus egestas mattis.
08/04/09 09:45
happyjoy
Mauris eros. Quisque eros ante, pharetra vitae, feugiat et, facilisis ac, lectus.
Nama :
loadingLoading

Komoditas


Ilmu Ekonomi dan Pengetahuan (I)

Ilmu Ekonomi dan Pengetahuan

oleh Freidrich Hayek

Presidential address delivered before the London Economic Club; November 10 1936
Reprinted from Economica IV (new ser., 1937), 33-54.

Ambiguitas judul paper ini bukanlah suatu kebetulan. Subyek utamanya adalah tentu saja, peran di mana asumsi-asumsi serta proposisi-proposisi mengenai pengetahuan yang dimiliki oleh masing-masing anggota-anggota berbeda dalam society mainkan dalam analisis ekonomik. Tetapi hal ini samasekali bukannya tidak terhubung dengan pertanyaan lain yang bisa dibahas dalam judul yang sama— yaitu pertanyaan sejauh mana analisis ekonomik formal menyajikan suatu pengetahuan mengenai apa yang terjadi dalam dunia nyata. Memang, argumen utama saya will be bahwasanya tautologies, yang pada hakekatnya adalah konten formal equilibrium analysis dalam ilmu ekonomi, bisa dijadikan proposisi-proposisi yang menjelaskan kepada kita segala sesuatu perihal causation dalam dunia nyata hanya mencakup sejauh kita mampu mengisi proposisi-proposisi formal itu dengan pernyataan-pernyataan definit mengenai bagaimana pengetahuan diperoleh (acquired) dan dikomunikasikan. Ringkasnya, saya akan mengajukan argumentasi bahwa unsur empirik dalam teori ilmu ekonomi – satu-satunya bagian yang concerned bukan saja dengan implikasi-implikasi namun juga dengan sebab-sebab dan akibat-akibat, serta yang karenanya, membawa kepada konklusi-konklusi yang, setidak-tidaknya pada prinsipnya, bisa diverifikasi – terdiri dari proposisi-proposisi mengenai akuisisi (pemerolehan; acquisition) pengetahuan. [discovery]


Baca selengkapnya...
 

Ilmu Ekonomi dan Pengetahuan (II)

 

Namun sebelum saya bisa membuktikan argumen saya bahwasanya proposisi-proposisi tautologis dari analisis pure equilibrium sedemikian itu tidaklah applicable langsung bagi penjelasan perihal relasi-relasi sosial, pertama saya harus perlihatkan bahwa konsep equilibrium itu hanya memiliki arti jika diterapkan pada tindakan-tindakan dari seorang individu (tunggal) dan apa sebenarnya maknaya hal ini. Terhadap argumen saya, barangkali bisa diperdebatkan bahwa adalah persis di sini [bahwasanya] konsep equilibrium is of no significance, karena, jika seseorang menginginkan untuk menterapkannya, seluruh hal yang bisa dikatakan adalah bahwa seseorang yang terisolir akan selalu dalam equilibrium. Namun statement terakhir ini, walau merupakan sebuah aksioma [truism], sekedar memperlihatkan cara-cara di mana konsep mengenai equilibrium ini biasanya salah digunakan. Apa yang relevan adalah bukannya perkara seseorang yang demikian itu berada atau tidak berada dalam equilibrium, namun equilibrium yang mana atau his actions stand in equilibrium relationships to each other.

[relative equilibrium;“relasi equilibrium antara berbagai tindakan-tindakan satu sama lain, yang seseorang lakukan”]

Baca selengkapnya...
 

Ilmu Ekonomi dan Pengetahuan (III)

Namun sebelum saya bisa membuktikan argumen saya bahwasanya proposisi-proposisi tautologis dari analisis pure equilibrium sedemikian itu tidaklah applicable langsung bagi penjelasan perihal relasi-relasi sosial, pertama saya harus perlihatkan bahwa konsep equilibrium itu hanya memiliki arti jika diterapkan pada tindakan-tindakan dari seorang individu (tunggal) dan apa sebenarnya maknaya hal ini. Terhadap argumen saya, barangkali bisa diperdebatkan bahwa adalah persis di sini [bahwasanya] konsep equilibrium is of no significance, karena, jika seseorang menginginkan untuk menterapkannya, seluruh hal yang bisa dikatakan adalah bahwa seseorang yang terisolir akan selalu dalam equilibrium. Namun statement terakhir ini, walau merupakan sebuah aksioma [truism], sekedar memperlihatkan cara-cara di mana konsep mengenai equilibrium ini biasanya salah digunakan. Apa yang relevan adalah bukannya perkara seseorang yang demikian itu berada atau tidak berada dalam equilibrium, namun equilibrium yang mana atau his actions stand in equilibrium relationships to each other.

[relative equilibrium;“relasi equilibrium antara berbagai tindakan-tindakan satu sama lain, yang seseorang lakukan”]

Baca selengkapnya...